Foto : rumah di jln diponegoro di duga tempat penampungan timah ilegal

Rumah di jalan  Diponegoro Diduga Tempat Penyimpanan Timah Illegal: Tanda Tanya Terus Muncul dimasyarakat

Belitung, Belitungterkininews.com Kabar yang menyatakan sebuah rumah yang berada di jalan Diponegoro, Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, merupakan tempat penyimpanan timah illegal masih menjadi tanda tanya kebanyakan orang.

Saat media ini melakukan konfirmasi kepada pemilik rumah tersebut melaui pesan whatsapp terkait dengan pemberitaan disalah satu media, namun tidak dijawab hingga saat ini. Namun, dari pantauan dilapangan, kadang terlihat beberapa mobil truk keluar masuk rumah tersebut dengan muatan pasir timah.

Menurut sumber yang patut di percaya, Tungki yang disebut di dalam pemberitaan itu memang betul seorang pengusaha yang melakukan jual beli biji pasir timah.

“Iya betul memang usaha itu, rumah itu memang tempat tampung timah, sudah lama usaha itu,” ujar sumber yang eggan menebutkan namanya.

Ketika dikonfirmasi mengenai penampungan timah illegal, sumber pun enggan membeberkannya. Sebab, hal itu bukan merupakan kapasitasnya. Akan tetapi, di Kabupaten Belitung ataupun Kabupaten Belitung Timur setahu dirinya tidak banyak IUP Pertambangan timah dari pihak swasta yang beroperasi.

“Kalau bilang dia (Tungki) tampung timah illegal saya tidak ada kapasitasnya di situ. Karena hal itu bukan wewenang saya. Tapi, setahu saya, tidak banyak IUP pertambangan timah perusahaan swasta yang beroperasi,” jelasnya.

Selain itu, ia pun menyampaikan jika pembelian dan penampungan timah illegal di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur bukan lah hal yang tabu. Sebab, hampir di setiap sudut perkampungan terdapat meja goyang pembelian biji pasir timah yang tidak jelas akan perizinannya.

“Bukan rahasia umum lagi, jika ada pembeli timah illegal di Belitung dan Belitung Timur. Sebab, meja goyang ada dimana-mana, setiap meja goyang beli timahnya dari para penambang rakyat, yang tempat menambangnya ada dimana-mana bukan di wilayah IUP Pertambangan,” ungkapnya (Tim)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *